Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

IBU DAN LINGKUNGAN HIDUP; Mari Berubah Sebelum Menjadi Malin Kundang.

Gambar
“Selamat hari, untuk para kaum ibu di seluruh dunia. Salam kemanusiaan salam kedamaian serta keadilan”. Pada momentum hari ibu ini, banyak hal turut menyertainya. Ucapan selamat dan doa kepada ibu dari setiap anak, serta berbagai pesan pesan. Semisal vidio yang di buat oleh Gubernur Jakarta Bpk. Anies Baswedan.   Dalam vidionya, Ia mengajak para ibu untuk memberi pesan pada anak anaknya untuk tidak melakukan korupsi. Karena, rahim ibu, bukan tempat para calon koruptor. Dalam hal ini, saya ingin melakukan hal yang sama, namun dalam prespektif, cara dan kepentingan yang berbeda. Yankni, menggunakan pandangan yang melihat relasi ibu dengan lingkungan hidup. Pastinya, kepentingannya untuk mengajak semua orang untuk bersama-sama menjaga lingkungan hidup. Dari pada bernasip sama seperti Maling Kundang, medingan sesegara mungkin melakukan perubahan. Hal yang fundamen, sebagaimana yang di ungkapkan oleh Soni Keraff adalah merubah cara berfikir kita dalam melihat relasi ala...

PETAKA TAMBANG EMAS KABUPATEN BURU

Gambar
Pada tanggal 28 oktober 2018, masyrakat Maluku dikejutkan dengan satu informasi yang mengerikan. Dikatakan mengerikan lantaran, ikan yang menjadi salah satu makanan andalan orang maluku, kini menjadi salah satu ancaman jika di konsumsi. Lantaran, telah terkontaminasi zat-zat kimia (merkuri dan sianida), akibat aktifitas pertambangan di daerah tersebut (luiputan6.com; 28/10/2018). Sebagaimana yang sampaikan oleh, Pakar kimia dan lingkungan Universitas Pattimura Elahnpatti Ambon, Dr Justinus Male. Bahwa, masyarakat Maluku, khususnya di Pulau Buru dan Pulau Ambonagar, jangan mengonsumsi kepala maupun tulang  ikan  karena sudah mengandung bahan beracun mercuri dan sianida. Menurutnya, "Bahan beracun seperti mercuri dan sianida itu biasanya mengendap di dalam sumsum tulang dan kepala ikan, sehingga kebiasaan mengonsumsi bagian  ikan  ini akan berbahaya untuk jangka panjang," (28/10/2018). Pencemaran tersebut, dikarekan tidak begitu terkontrolnya aktivitas p...

HMI dan komitmen kebangsaan serta keumatan

Gambar
Dewasan ini, bangsa indonesia sedang mengalami perpecahan yang begitu akut, dikatakan akut karena, fenomena ini bukan saja terjadi antara masyrakat dengan pemerintah namun juga terjadi diantara warga negaranya. Parahnya, dilatari oleh probelm identitas. Yakni sentimen agama, etnis, suku yang kemudian dipolarisasi oleh beberapa oknum. Yakni, para elit politik. Sejatinya, sebagaimana yang kita ketahui bahwa betapa buruknya penggunaan sentimen identitas dalam ranah politik. Apalagi pada negeri yang menerapkan sistem demokrasi dalam aktifitas kenegaraannya. Penerapan politik identitas akan selalu memunculkan konflik dan menghadap hadapkan antra mayoritas dan minoritas. Dalam hal ini, Tentunya kita masih ingat, bagaimana gubernur DKI Jakarta, yakni Ahok menjadi korban atas senitimen identitas yang dibawa bawa kedalam ranah politk. Selain itu, baru baru ini, kita juga menyaksikan, bagaimana umat islam saling tengkar dan menguji keimanannya, dikarnakan terjadinya pembakaran be...